BUKITTINGGI — Sekitar 3.800 pelari dari berbagai daerah mengikuti Minang Geopark Run (MGR) 2026 yang digelar pada Minggu, 1 November 2026. Lomba ini mengambil rute kawasan geowisata Ngarai Sianok yang menghubungkan Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Peserta dapat memilih tiga nomor lomba, yakni 5 kilometer, 10 kilometer, dan 21 kilometer. Sepanjang perjalanan, para pelari melewati sejumlah tujuan wisata, antara lain Panorama Ngarai Sianok, Janjang Koto Gadang, Puncak Taruko, dan Janjang Saribu.
Founder Minang Geopark Yv Tri Saputra menyampaikan bahwa MGR 2026 merupakan seri kedua Geopark Run Series 2026–2027 setelah pelaksanaan Ijen Geopark Run. Kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan geowisata Sumatera Barat.
Menurutnya, konsep sport tourism tersebut menggabungkan olahraga, edukasi geologi, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kawasan Geopark Ngarai Sianok juga terus didorong untuk memperoleh pengakuan dalam jaringan UNESCO Global Geoparks.
Minang Geopark Run telah berlangsung sejak 2018 dengan sekitar 1.000 peserta. Setelah beberapa pelaksanaan dengan format dan lokasi berbeda, partisipasi kembali dibuka untuk publik dan meningkat hingga 1.500 pelari pada 2023.
Pemerintah Kota Bukittinggi dan Pemerintah Kabupaten Agam mendukung penyelenggaraan kegiatan ini karena dinilai ikut meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal. Pemkot Bukittinggi juga memberikan dukungan anggaran sebesar Rp350 juta untuk pelaksanaan MGR.
Redaksi Andaleh menyusun ulang informasi berdasarkan laporan ANTARA Sumbar tertanggal 1 November 2026. Sumber: ANTARA Sumbar.



